Rabu, 08 Februari 2017

Terbaru 2020 - Koleksi Pyrus - Batu Legendaris

Blog Pendidikan

pyrus - turquoise

Koleksi baru 06 Juni 2018 :


Juni: Beras tumpah (nomor dua dari kiri) & paling kanan



Tibetian 27 Januari 2018
(Update 21 Juni 2018 -- sudah berganti tuan)

Tibetian - 15 Desember 2017





All Pyrus Collections

Koleksi 01 Agustus 2017

(Update Maret 2018 - sudah berganti tuan)


Get 7 Juni 2017 (Lebaran sudah terbang ke Cibubur - Kwarnas)


28 Mei 2017



12 Mei 2017


 

01 Mei 2017 - Tibetian Pyrus

17 April 2017 - Bakal diperjual belikan nih? Mungkin saja!






Dimensi 23 x 15 x 7 mm
Koleksi Baru 11 Maret 2017
The Best Collections 

 Koleksi Kelas Atas s.d Kelas Bawah
persian, tibet, variscite, red, ada juga
yang palsu tapi motif mirip pyrus
yang penting suka batu & motifnya


 Pyrus Persia 


 Pyrus Tibet 





 Persia Serat Merah 1


 Persia Serat Merah 2
LANJUUT ..........................




The Persian Royal Blue 


Pyrus Tibet











Sebelum diganti ring kuningan-nya buhun, juga pyrusnya



Lain kali aku lanjutin .....

Selasa, 24 Januari 2017

Minggu, 22 Januari 2017

Terbaru 2020 - UN-ku Lebih Tinggi Daripada UN-mu? Kini Tak Lagi!

Blog Pendidikan

Tulisan ini dimuat di Harian Pikiran Rakyat - Korannya Jawa Barat Sabtu, 21 Januari 2017.

KONSEKUENSI PILIHAN MATA UJIAN UN


Setelah wacana UN ditiadakan, kini muncul aturan baru tentang pelaksanaan UN tahun 2017. Memilih mata pelajaran dalam UN. Ini luar biasa.

Dalam surat edaran Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0204/H/EP/2017 tanggal 11 Januari 2017 tentang Pendaftaran Peserta Ujian Nasional 2017. Seorang siswa calon peserta UN akan diwajibkan mengikuti 3 (tiga) mata pelajaran wajib yakni Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, ditambah dengan 1 (satu) mata pelajaran yang adalam jurusan/peminatan-nya. Dengan demikian pada masing-masing peminatan akan terdapat 3 (tiga) komposisi yang diambil siswa. Untuk peminatan MIPA yakni (1) Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Fisika, (2) Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Kimia, (3) Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Biologi, untuk peminatan IPS yakni (1) Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Ekonomi,  (2) Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Sosiologi, (3) Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Geografi, untuk peminatan Bahasa yakni (1) Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Antroplogi, (2) Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Sastra Indonesia, (3) Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Asing (Bahasa asing ciri khas sekolah).

Dampak Terkait Nilai UN

Dengan terbitnya kebijakan baru semacam ini, ada beberapa konsekuensi yang cukup memprihatinkan, terlepas apakah kebijakan tersebut telah melalui forum diskusi panjang dan sumbang saran dari banyak pihak atau belum, inilah beberapa prediksi dampak kebijakan baru tersebut.

Bebarapa hal berkaitan dengan“nilai” yang akan hilang : 

1.     Rerata UN sesama siswa satu peminatan/jurusan tak bisa dibandingkan lagi, sebab mata uji UN yang dipilih berbeda-beda. Tak akan ada lagi sesama teman mengatakan “Nilai UN-ku lebih bagus diandingkan nilai UN-mu”.

2.     Tak ada “juara” UN di sekolah atau di Kabupaten/Kota, sebab mata pelajaran yang
diikuti berbeda-beda.

3.     Rerata UN tiap mata pelajaran dalam satu peminatan/jurusan tak dapat dibandingkan lagi.  sebab tidak semuanya memilih  mata pelajaran yang sama.

4.     Secara nasional tak akan dapat ditentukan berapa rata-rata nilai mata pelajaran tertentu (misalnya fisika), sebab rerata secara nasional haruslah rerata populasi nilai fisika seluruh siswa peminatan/jurusan MIPA , bukan rerata sampel siswa MIPA yang memilih fisika.

5.     Tahun lalu, dalam Prosedur Operasional Standar (POS) tahun pelajaran 2015/2016 tersirat bahwa nilai UN berpengaruh dalam pemilihan program studi di Perguruan Tinggi melalui jalur SNMPTN. Jika sekarang seorang siswa memilih tidak linier dengan program studinya, maka tak dibenarkan pemengaruh tersebut. Untuk UN 2017 bagaimana? Kita tunggu saja terbitnya POS UN 2017.

Dampak bagi guru

Dampak yang tampak sejak penyelenggara sekolah melakukan inventarisasi (dengan penyebaran angket pemilihan) mata pelajaran pilihan, tampak terdapat dampak psikis guru-guru pengajar. Guru pengajar yang mata pelajarannya sedikit dipilih oleh siswa, akan merasa tidak disukai siswa. Yang banyak dipilih siswa akan merasa gembira, mungkin ada anggapan bahwa dirinya adalah guru favorit yang mata pelajarannya disukai. Antar guru akan terjadi kekakuan dalam berkomunikasi (walaupun hanya sesaat).

Dampak lain (yang justru lebih penting), guru mata pelajaran peminatan akan kesulitan melakukan evaluasi diri untuk melalukan perbaikan proses pembelajaran di tahun berikutnya. Mengapa? Tentu saja Karena nilai UN yang seharusnya merupakan feedback bagi upaya perbaikan, tak dapat dilakukan, sebab data nilai UN yang diperoleh tidak mewakili nilai UN pada pelajaran-pelajaran ciri khas peminatan.

Satu hal yang tampaknya sepele di lapangan, pengaruh psikis guru, justru sebenarnya sebuah masalah yang sangat besar, tetapi tampaknya belum dipikirkna sejak awal. Atau penentu kebijakan berfikir lain? Tetapi bagaimanapun juga, mari kita songsong UN 2017 yang penuh dinamika ini dengan optimis.***



                                                                                              Majalengka, Januari 2017
 


Senin, 28 November 2016

Terbaru 2020 - Grafik Excel - Grafex 22 untuk Mempermudah Memahami Grafik Fungsi Trigonometri

Blog Pendidikan

Alat Peraga GRAFEX 22 - Aplikasi Berbasis Excel
untuk lebih memahami bentuk grafik fungsi Trigonometri



Dalam kurikulum 2013 peminatan IPA terdapat materi Persamaan Trigonometri. Materi ini juga dihadapi oleh anak-anak IPS yang memilih Lintas Minat Matematika. Dua pendekatan, geometris dan analitis dapat dilakukan siswa. 
Kedua-duanya dapat dipadu untuk meyakinkan penyelesaian sebuah persamaan trigonometri. Akan tetapi lahirnya pendekatan
analitis selalu diawali dengan pendekatan geometris berkaitan dengan sifat periodisitas grafik sinus, cosinus, tangen, atau yang lainnya. Dengan demikian maka pemahaman terhadap grafik fungsi trigonometri mutlak diperlukan sebagai alat bantu. Apalagi jika merujuk pada pendekatan saintific di kurikulum 2013, pada langkah "mengamati", software di atas (grafex 22) sangat tepat untuk dipakai. Tentu, bagusnya dengan kooperatif learning dan sarana laptop pada tiap-tiap kelompoknya. 

Bagi sebagian siswa menggambar grafik fungsi trigonometri merupakan salah satu pekerjaan yang lumayan memeras otak. Kadangkala seusai menggambar grafik, tidak yakin bahwa gambar yang dibuatnya benar. 

Nah untuk membantu para siswa meyakinkan gambar yang dibuat. Misalnya manakah gambar-gambar di bawah ini yang sesuai dengan fungsi y = 4 sin 3x  atau y = 3 sin 4x.



 Gambar 1

 Gambar 2

Apalagi untuk grafik yang lebih rumit seperti 
y = - 3 cos (4x - 1/2phi) , atau memahami produk grafik seperti di bawah ini :

 Gambar 3

Postingan ini menyediakan sebuah software grafik trigonometri yang saya beri nama GRAFEX 22 . Ya saya beri nama karena ini hasil utak-utik saya sendiri.
"Grafex" merupakan singkatan dari "Grafik Excel"
Namanya juga excel , maka bagi pemakai OS Windows ,  langsung copy - paste - klik - klik .... jadi!  Tidak perlu instal dengan SN atau crack.
Angka 22 mungkin tidak berarti bagi Anda. Tapi pakailah angka
ini jika Anda menggunakan software ini.
Software ini sangat membantu siswa dalam mempelajari 10 macam grafik fungsi trigonometri  seperti : 
Aplikasi tersebut kiranya dapat membantu siswa mempelajari penyelesaian soal yang muncul di Ujian Nasiona;, Ujian Sekolah, atau di mana saja.





 Anda tinggal entri unsur-unsur grafik pada tempat-tempat yang telah ditentukan. Jadilah grafik yang kita inginkan. Mudah kan?
                                                                                                   
                                                                                                Sumbangan dari SMAN 1 Majalengka
                                                                                                                                            Jawa Barat


Minggu, 27 November 2016

Terbaru 2020 - Induksi Matematika dalam Barisan Fibonacci

Blog Pendidikan

Barisan Fibonacci adalah barisan recursif (pemanggilan ulang / pengulangan) yang ditemukan oleh seorang matematikawan berkebangsaan Italia yang bernama Leonardo da Pisa.
Barisan ini berbentuk sebagai berikut:
1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, ...
F0 = 0,
F1= 1,
F2 = 1,
F3 = F1 + F2 = 2,
F4 = F2 + F3 = 3,
F5 = F3 + F4 = 8, … .

Jika diperhatikan, bahwa suku ke-n merupakan penjumlahan dua suku sebelumnya untuk n >=2. Jadi barisan ini didefinisikan secara recursif sebagai berikut.

Penting :
Untuk langkah pembuktian induksi langkah kedua gunakan aturan ini : 

  









 Pencerahan dalam contoh :

1.      Suku ke 3 = Suku ke (3-1) + Suku ke (3-2)
Suku ke 3 = Suku ke 2 + Suku ke 1
Lihat : 
Suku ke 3 adalah 2
Suku ke 2 adalah 1
Suku ke 1 adalah 1
Jadi:  2 = 1 + 1
2.      Suku ke 5 = Suku ke (5-1) + Suku ke (5-2)
Suku ke 5 = Suku ke 4 + Suku ke 3
Lihat : 
Suku ke 5 adalah 5
Suku ke 4 adalah 3
Suku ke 3 adalah 2
Jadi:  5 = 2 + 3

 Penting:
Untuk langkah pembuktian induksi langkah ketiga gunakan aturan ini :

 Beberapa sifat dalam suku-suku barisan Fibonacci yang bisa dibuktikan dengan induksi matematika adalah :






















Majalengka, 27 Nov. 2016
Sampai jumpa .............

Kamis, 03 November 2016

Rabu, 02 November 2016