Jumat, 24 Januari 2020

Terbaru 2020 - Pil Pahit: TEORI HANYA UNTUK DI KELAS

Konten Ini Di Buat Tahun - 2020




Orang Inggris mengatakan Time is Money!” . Kyai Guplo, seorang kyai kampung, menimpali pernyataan si Inggris , katanya Selesaikan semua masalah dengan uang!. Tentu saja jamaahnya protes, masa kyai pikirannya seperti itu. Tetapi pernyataan sang Kyai punya alasan. Katanya bahwa Waktu Adalah Uang hanyalah terjemahan untuk konsumsi anak sekolah di kelas. Di luar kelas hampir tak ada jasa yang diberikan tanpa imbalan uang. Minta tolong ini, memberi upah. Minta tolong itu, memberi rokok. Menawarkan jasa agar ini agar itu, harus ada penghargaan. Berarti analisis Kyai Guplo benar. Biarpun dia seorang kyai tajug yang sepi, pikirannya progresif pula. Namun kadang masih ada kelompok yang menamakan dirinya moralis menolak, urusan imbal jasa adalah hal yang wajar di jaman sekarang.
“Itulah ulah si Inggris! Secara perlahan namun pasti, kalimat time is money telah mengubah peta negara yang dulunya hijau, menjadi abu-abu!”
Suatu kali selepas shalat ‘Isya, Pak Guru Dwija bersantai di beranda tajug dengan Kyai Guplo. Sang kyai menawari rokok kepada Pak Guru, namun ditolaknya dengan halus. Guru senior yang bertetangga dengan sang Kyai itu mengamati betapa tetangganya itu menikmati benar asap rokok.
“Pak Guru …… melihat berita di TV ngeri juga ya. Dari berita itu ... mmmhm.... kasihan anak-anak sekolah gemar tawuran, narkoba, sex bebas. Apa di sekolah tidak ada pelajaran tentang akhlak?” tanya sang Kyai seperti memercikkan bara ke dalam tumpukan jerami.
“Oooo ya tentu ada!”
“Tapi mengapa banyak anak-anak yang kelakuannya seperti itu?”
“Yaaahhh…. Sang Kyai lupa pernyataan anda sendiri ya?”
“Ooow? Yang mana ya?”
“Kata sang Kyai, time is money sama dengan waktu adalah uang, hanyalah terjemahan di kelas. Di luar kelas, manusia-manusia dewasa menerapkan menyelesaikan segala sesuatu dengan uang.”
“Hmmm, jelasnya?”
“Pendidikan karakter di kelas ya untuk di kelas! Kejujuran, saling menghargai, dan sebagainya, hanyalah pelajaran. Nah di luar kelas? Di luar kelas dibeberkan secara gamblang, di koran, di televisi, dan media massa lainnya, berita tentang orang-orang tua yang selingkuh, brutal, mau menang sendiri, korupsi, menipu, kongkalikong, memalsukan laporan keuangan dan sebaianya. Baik yang ada di kampung-kampung, hingga yang di pusat sana! Apa itu bukan lebih mujarab bagi anak-anak kita? Pak Kyai, contoh itu lebih manjur dibanding nasehat. Seberapapun gencarnya pendidikan karakter di kelas, masih tetap kalah dengan bukti  negatif di lapangan. Ditambah lagi acara-acara tontonan di televisi, apa sih yang berbobot? Acara selingkuh artis, KDRT artis, perceraian artis, dagelan-dagelan tak bermutu, dialog penuh caci maki di televisi, sinetron-sinetron tahyul, horor….. Ini adalah bukti bahwa pendidikan karakter di sekolah tidak akan menang dan itu semua (yang negatif-negatif) mampu memberi warna kepada anak didik kita. Dan jangan lupa, di antara anak-anak didik suatu sekolah (siswa) - ada anak-anak kita di sana!”
“Wah Pak Guru, kalau itu benar  berarti ….. gawat, gawaaaat……”
“Namun masih banyak pihak yang menyalahkan guru. Enak saja! Yang memberi contoh korupsi ratusan juta bukan guru, manipulasi ratusan juta bukan guru, tahanan yang bebas piknik itu bukan guru,  yang caci maki di televisi bukan guru, yang punya proyek di tiap daerah bukan guru. Mengapa guru yang dipersalahkan.
“Memang guru gak ada salahnya ya Pak?”
“Heheheee…. Jadi malu aku! Guru ya ada saja salahnya. Tapi ..... sedekeeeeet! Guru jarang masuk kelas. Guru datang ke sekolah tapi ngobrol di kantor. Guru masuk ke kelas sebentar terus keluar lagi tidak pulang-pulang. Guru nitip absen HP ke temannya. Tugas siswa tidak dikoreksi, tapi anak wajib membeli LKS hahaha!”
“Wuah, wuah! Itu guru di tempat Pak Dwija ya?”
“Bukaaaan…. Itu di luar negeri kok.”
“Luar negerinya Timor Leste ya?”
“Luar negerinya Timor Leste berarti di kita doong? Haha! Emmm....gini Pak Kyai, guru di kita sudah sangat bagus mutunya. Total tunjangan sertifikasi plus gaji sebulan sudah sekitar enam jutaan lho …… bagus-bagus kok mengajarnya! Rencana mengajar di RPP juga sangat lengkap. Yang lengkap. Yakin, anak-anak senang dengan mutu guru yang demikian!”
Karena ketakutan Pak Kyai bertanya yang lebih jauh, Pak Guru Dwija pura-pura mau ke air dulu. Padahal aslinya tidak ingin cerita tentang guru di sekolahnya dikorek-korek Kyai Guplo. Takutnya nanti kalau dilaporkan ke Tuhan oleh Kyai Guplo, dan kalau Tuhan marah? Mau bagaimana guru ini?
Untunglah Tuhan milik bersama, juga milik guru. Artinya, kalau Pak Kyai melaporkan yang bukan-bukan tentang guru kepada Tuhan, para guru bisa berargumen kepada Tuhan. 
Hehe, tapi ini asalkan bukan berkilah saja lho, atau mencari legitimasi dari kesalahan yang dibuat oleh sebagian (kecil) guru. ***


Januari 2020
4184

Kamis, 16 Januari 2020

Terbaru 2020 - TRIK MENGISI LAPORAN APLIKASI KINERJA ASN -TRK- PROVINSI JAWA BARAT 2020

Konten Ini Di Buat Tahun - 2020



Dalam trik mengisi Aplikasi ASN dikhususkan untuk guru SMA. Hal ini berdasarkan pengalaman, bahwa saya sendiri merupakan ASN Guru SMA.
Dalam panduan ini akan saya contohkan Bapak Guru X yang sehari-hari mendapat tugas mengampu mata pelajaran matematika. Kelas yang Bapak X ampu adalah Kelas X MIPA 1,2,3 dan X IPS 3,4.
Dalam aplikasi Tunjangan Remunerasi Kinerja (TRK) kita harus melaporkan setiap kegiatan kita setiap hari dengan durasi minimal 300 (tiga ratus) menit / 1 hari kerja.

Berikut langkah awal dari membuka website kinerja.jabarprov.go.id  :


















Setelah klik + Simpan, maka kalimat tersebut akan tampak di bawah ini :






Misalkan kita akan mengisi “Input Aktivitas

Pada hari Selasa, 14 Januari 2020
Dengan jadwal :
Jam ke 1 – 2  Pukul 07.00 – 08.30 di kelas X MIPA 3
Jam ke 3 – 4  Pukul 08.30 – 10.00 di kelas X MIPA 1
Jam ke 5 – 6  Pukul 10.30 – 12.00 di kelas X MIPA 2
Jam ke 7 – 8  Pukul 12.30 – 14.00 di kelas X IPS 4
Tampak bahwa :
Total menit  90’ + 90’ + 90’ + 90’ = 360’ (telah melebihi kewajiban minimal 300 menit)
Berarti laporan dianggap layak untuk diupload ke Aplikasi TRK.
Bagaimana cara upload jadwal kegiatan KBM ke TRK?






Kita mulai proses untuk kelas X MIPA 3 di jam ke 1-2 
pukul 07.00 - 08.30 :








Kita lanjut memproses untuk kelas X MIPA 1 jam ke 3-4
pukul  08.30 - 10.00 :







Nah, demikianlah cara melakukan "lapor" kegiatan KBM kita di kelas.

LAPOR KEGIATAN SELAIN KBM MISALNYA :

1. Mengawas ulangan / penilaian harian. Tentu yang ini dilaporkan ketika kita sedang melakukan  
    ulangan di kelas.
    Maka kita harus membuat + Tambah Sasaran Kerja Pegawai untuk semua kelas yaitu :
    "Mengawas penilain harian di kelas X MIPA 1" 
    "Mengawas penilain harian di kelas X MIPA 2" 
    "Mengawas penilain harian di kelas X MIPA 3" 
    "Mengawas penilain harian di kelas X IPS 3" 
    "Mengawas penilain harian di kelas X IPS 4" 
    JANGAN LUPA SETIAP KALI MENGAWAS ULANGAN, DIFOTO!
    

2. Membuat analisis hasil Penilaian Akhir Semester.
    Maka kita harus membuat + Tambah Sasaran Kerja Pegawai untuk hal ini :
    "Membuat analisis hasil PAS Semester Ganjil dengan sampel Kelas X MIPA 1 dan 2"


3. Mempersiapkan naskah soal ulangan / penilaian harian.

    Misalkan untuk semua kelas kita akan membuat naskah kode A, B, C dan D
    Maka kita harus membuat + Tambah Sasaran Kerja Pegawai untuk  hal ini:
    "Menyusun naskah penilaian harian kode A dan B untuk kelas X MIPA 1 dan MIPA 2"
    "Menyusun naskah penilaian harian kode C dan D untuk kelas X MIPA 3 dan IPS 3,4"
     hal ini dikarenakan soal untuk MIPA dan IPS sama, yakni matematika wajib.

UNTUK KEGIATAN YANG INI, LAPORANNYA JUGA "DOKUMEN"
SEPERTI PADA KEGIATAN ANALISIS SOAL.

4. Mengoreksi hasil ulangan.
    ...... dst.

5. Membuat analisis hasil ulangan / penilaian harian.
    ...... dst.


UNTUK SEMENTARA PENGISIAN LAPORAN 
PADA APLIKASI TRK - kinerja.jabarprov.go.id

HASIL LAPORAN KITA 
TERGANTUNG VALIDASI DARI ATASAN



SAMPAI DI SINI DULU
NANTI SAMBIL MENUNGGU PENYEMPURNAAN SISTEM
KITA LAKUKAN HAL-HAL HARIAN SEPERTI YANG TELAH 
SAYA PAPARKAN DI ATAS.


_____ berbagi
SMAN 1 Majalengka
16 Januari 2020
                                                                                                                                                       3907


Sabtu, 01 Desember 2018

Terbaru 2020 - Reward Buku even PAS - Desember 2018

Blog Pendidikan


Foto: SMA Negeri 1 Majalengka 2018

* Keinginan memberikan hal yang tak seberapa namun (diprediksi) bakal bermanfaat, selalu muncul pada akhir sebuah even penilaian di sekolah. Kali ini evennya adalah Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2020.

* Apa rewardnya? Buku. Dan memang seringnya ya buku. Alasannya begini : Jika reward yang saya berikan berupa quota internet 3 atau 4 GB mungkin hanya dipakai beberapa hari atau beberapa minggu akan habis. Jika rewardnya buku, maka itu akan awet. Bisa-bisa sampai tua belum habis. Belum lagi isinya. Asalkan bukunya tidak hilang.



* Isi buku adalah nasehat. Setiap orang pasti butuh nasehat. Sayang sekali kadang-kadang ada manusia yang butuh nasehat, tetapi tidak mau dinasehati. Maka hal yang tepat untuk menengahi hal ini adalah : MEMBACA BUKU. Buku apa saja, buku motivasi, buku agama dan sebagainya, Buku fiksi boleh juga. Tetapi tergantung pengarangnya juga sih. Buku fiksi secara umum juga mengandung nasehat, atau saran, tetapi kadang-kadang berisi sebuah doktrin yang tak terasa kita serap perlahan. Terlalu dalam ah ....
Dalam buku fiksi tulisan saya di bawah inim ada juga nasehat.



Isinya fiktif, bikin baper. Nasehatnya apa? Cinta mah alamiah, dan memang sunatullah.
Tapi dalam buku ini masalah memanage-nya yang beda. Buku request anak-anak SMA (dan satu guru SMA) berisi tentang kisah cinta. Tapi tidak vulgar seperti kebanyakan "action cinta" ala anak sekarang. 
Dalam buku ini, si tokoh dipisah dengan "pasangannya" sewaktu SMA, dan dipertemukan kembali pas dewasa (lulus S2, atau sudah bekerja). Langsung lamar, nikah. Halal. Jadi, memang dalam buku ini tidak mengajari pacaran model umum yang dikenal anak-anak muda kebanyakan.
Nikah. Gitu. Keren!

BUKU REWARD PAS :

Bagi siswa yang memperoleh PAS dengan nilai murninya masuk 10 (sepuluh) besar dari 254 (dua ratus lima puluh empat) siswa, bersyukurlah kalian bapak ajak untuk merenungi hal lain yang bukan matematika. Semoga bermanfaat. 
Bagi yang di luar 10 besar, ada banyak cara untuk memotivasi diri. Sisihkan uang jajan / uang quota untuk membeli buku sebagai teman di kala sendiri. Teman yang memberi motivasi ketika orang lain tidak tahu bahwa kita sedang menyusun peningkatan mutu karakter diri.

Khusus untuk peringkat 1 (satu) yang memperoleh nilai PAS murni sebesar 100 (seratus)  , satu orang, akan memperoleh reward 2 (dua) buku di bawah ini :


Untuk siswa yang peringkat 4 karena  karena telah memiliki 2 buku di atas (ketika quiz Gnetum Gnemon dan Juara Olimpiade Biologi di UIN Bandung ), maka rewardnya adalah buku di bawah ini:




PERINGKAT 10 BESAR PAS - MURNI
MATEMATIKA PEMINATAN 
XII MIPA 3 s.d 8  (sebanyak 254 siswa) adalah:




PIC PARA PERAIH PERINGKAT 10 BESAR
DARI 256 SISWA  KELAS XII MIPA 3,4,5,6,7,8




Peringkat 1 : Melati - XII MIPA 4
diterima jalur undangan tanpa tes SNMPTN - 22 Maret 2020
di IPB Bogor - Prodi Statistika



Peringkat 2 : Ira Novianty Lestari, XII MIPA 6
diterima jalur undangan tanpa tes SNMPTN - 22 Maret 2020
di Unpad Bandung Prodi Farmasi
*Total Nilai UNBK 2020 : 351,5 (peringkat ke-4 sekolah)
4 mata pelajaran



Peringkat 3 : Zalfa Ayu Sofianisa , XII MIPA 4
diterima jalur undangan tanpa tes SNMPTN - 22 Maret 2020
di UNPAD BANDUNG Prodi Psikologi


Peringkat 4 : Ginta Wulan Norisma, XII MIPA 4
diterima jalur undangan tanpa tes SNMPTN - 22 Maret 2020
di UNPAD BANDUNG Prodi Kedokteran Gigi
*Total nilai UNBK 2020:  334,0 (peringkat ke-10 sekolah)
4 mata pelajaran


Peringkat 5 (1) : Ryan Perjiana, XII MIPA 3
diterima jalur undangan tanpa tes SNMPTN - 22 Maret 2020
di UPI BANDUNG Prodi Pendidikan Matematika
Nilai UNBK 2020 Matematika : 90,0


Peringkat 5 (2) : Putri Tatya Bulan Siregar, XII MIPA 7


Peringkat 6 (1) : Ayu Sri Rahayu, XII MIPA 3


Peringkat 6 (2) : Alvaz Adnan Naufal, XII MIPA 8
diterima jalur undangan tanpa tes SNMPTN - 22 Maret 2020
di INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG (ITB) - Prodi FITB
Nilai UNBK 2020 Matematika : 95,0 (tertinggi)
*Total nilai UNBK 2020:  350,0 (peringkat ke-6 sekolah)
4 mata pelajaran


Peringkat 7 (1)  : Luthfan Hakim Sanusi, XII MIPA 4
Nilai UNBK 2020 Matematika : 87,5
*Total Nilai UNBK 2020 351,5 (peringkat ke-4 Sekolah)
4 mata pelajaran




                                         Peringkat 7 (2) : Bagus Herlambang, XII MIPA 4
Peringkat 7 (3) : Alex Setiabudi, XII MIPA 8
Nilai UNBK 2020 Matematika : 85,0
*Total nilai UNBK 2020:  344,0 (peringkat ke-7 sekolah)
4 mata pelajaran


Peringkat 8 (1) : Widia Ayu Sugandi, XII MIPA 4
diterima jalur undangan tanpa tes SNMPTN - 22 Maret 2020
di UPI BANDUNG Prodi MATEMATIKA

               

 Peringkat 8 (2) : Alif Aryan Kh, XII MIPA 7
diterima jalur undangan tanpa tes SNMPTN - 22 Maret 2020
di IPB Bogor Prodi KIMIA


                                         

Peringkat 9 : Muhamad Dwi Anggi, XII MIPA 6
Nilai UNBK 2020 Matematika : 92,5
*Total Nilai UNBK 2020 : 365 Tertinggi  sekolah
(4 mata pelajaran) 




Peringkat 10 : Salma Nurfadilah Azzahra, XII MIPA 3



                       
Selamat untuk semuanya semoga semakin sukses!
KALIAN HARUS PUNYA TARGET 
NILAI UNBK MATEMATIKA DI ATAS 80 . 
BISA!

Majalengka, 01 Desember 2018 
* Telah ditambah informasi terakhir tentang keberhasilan sebagian dari mereka
pada penerimaan mahasiswa baru melalui jalur undangan tanpa tes
SNMPTN  yang diumumkan tanggal 22 Maret 2020 
dan perolehan Nilai UNBK matematika dan total nilai UNBK.









Minggu, 25 November 2018

Terbaru 2020 - Aplikasi Grafik Fungsi Trigonometri basis Excel GRAFEX 22

Blog Pendidikan




Menggambar (paling tidak membuat sketsa) grafik fungsi trigonometri bagi siswa SMA kadang membuat sedikit diam merenung. Tidak buru-buru membuatnya. Apalagi jika disodori kertas kosong. Urusan yang berikutnya adalah bagaimana dia menguasai  membuat skala dan sejenisnya.
Aplikasi ini diharapkan dapat sedikit membantu pemahaman tentang bentuk grafik fungsi trigonometri. Gampang, download terus colokin di laptop/komputermu. Tanpa proses install, crak, dan sejenisnya. Yang penting ada Ms Office, langsung jalan. Mudah-mudahan hasil utak-utikku dapat sedikit membantu pencerahan bagi (khususnya) siswa SMA peminatan MIPA .

Contoh 1 : 
Grafik fungsi y = 10 cos 4x



Contoh 2 :
Grafik fungsi y = 3 - 2 sin 4x



Contoh 3 :
Grafik Fungsi y = - 2 cos (x - 40) ---- nggak ada fasilitas nulis derajat.


Contoh 4 :
Grafik Fungsi y = 6 cos (2x - 80) 


Selamat Belajar ............

Terbaru 2020 - Guru Nulis Guru di Hari Guru : GURU TERSABAR DI DUNIA

Blog Pendidikan


Kelas IV B - SD Bobotsari 3 - Tahun 1975
yang dilingkari: Aku

Tahun 1976.
Saya bersekolah di SD Bobotsari III, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Di tahun 1976 saya duduk di kelas V, guru kelas saya adalah Ibu Suparti (tetapi bukan yang ada dalam foto di atas). Ibu Suparti inilah tokoh legendaris bagi saya yang akan saya ungkap kisahnya.
Di tahun itu SD saya cukup memprihatinkan. Sekolah yang dikelilingi sawah di bagian belakangnya, dindingnya dari bilik (lihat gambar di belakang kanan kami). Bolong di sana-sini. Jika sedang pembelajaran, kami (eh saya) suka iseng mengintip ke luar, karena tempat duduk saya memang dekat dengan dinding yang bolong-bolong. Apa yang diintip? Biasanya siapa saja yang lewat di belakang kelas saya, karena di situlah jalan orang-orang yang mau ke 

sawah, mau mencuci di kali dan sebagainya. Saya penasaran karena mereka yang lewat kadang ngobrolnya sangat keras hingga masuk ke kelas kami.Kadang-kadang Ibu Suparti mengingatkan, tetapi kadang tidak karena beliau lebih fokus ke pelajaran yang diberikan.
Tahun 1976 merupakan awal-awal mulai maraknya hama wereng. Hama yang cukup merepotkan para petani itu mendapat perhatian khusus untuk ditanggulangi. Di samping disemprot dengan semprotan gendong, yang paling ditunggu-tunggu rakyat adalah program yang akan menyemprotkan obat serangga wereng dengan menggunakan pesawat kecil.
Suatu hari Ibu Suparti sedang memberikan pelajaran. Tiba-tiba seluruh murid mendengarkan dengan seksama sebuah suara asing yang datang dari luar. Suara menderu-deru. Saya yang duduk di pinggir, dan beberapa teman yang juga di pinggir langsung mengintip ke luar melalui dinding yang bolong. Deru suara itu semakin nyata.
“Montor mabur!”
Tiba-tiba teman saya yang mengintip berteriak keras. Montor mabur dalam bahasa Jawa artinya pesawat terbang. Bayangkan saja, di tahun 1976 bagaimana kondisi angkutan. Satu kecamatan yang punya motor mungkin hanya satu atau dua orang. Yang punya televisi (hitam putih) juga baru satu dua. Biasanya ada TV umum di halaman kantor kecamatan yang tiap malam selalu penuh untuk menonton siaran TVRI.Pesawat terbang adalah sesuatu yang sangat aneh dan langka. Apalagi ini terbang rendah di atas area persawahan di sebelah selatan dan barat sekolah kami. Ya itu tadi, menyemprot area persawahan penduduk dengan obat hama wereng.
Sontak teriakan montor mabur membuat teman-teman lain tersentak. Kelas menjadi riuh. Siswa sebanyak yang ada dalam foto (17 anak) di atas langsung berhamburan ke luar. Teman-teman tidak peduli pada posisi Ibu Suparti yang meja dan kursinya dekat dengan pintu keluar. Akhirnya kursi Ibu Suparti terlanggar oleh kami yang berebutan keluar karena hendak menonton montor mabur. Sang Ibu guru terjatuh bersamaan dengan kursinya.
Akhirnya kami tanpa ijin berlarian ke arah belakang sekolah ,dan disusul oleh anak-anak kelas lain yang juga berlarian ke arah yang sama untuk melihat montor mabur .
Sekitar dua puluh menit, peswat terbang menjauh, hingga akhirnya hilang dari pandangan. Kami dengan puas kembali ke kelas. Kami masuk satu persatu, tanpa sedikitpun berfikir tentang apa yang baru saja kami lakukan. Kami kembali duduk di bangku masing-masing.
Bebera jenak kami duduk, beliau melihat kami berkeliling. Kami sama sekali tidak merasa bersalah.
“Anak-anak …. Kalian sudah puas melihat pesawat terbang?” Tanya beliau sambil duduk.
“Ya Buuu…..”
“Kalau begitu, mari kita lanjutkan pelajaran kita yang tadi ……. “
“Baik Buuu…..”
Akhirnya pelajaran kembali berjalan, tanpa Ibu Suparti mempermasalahkan apa yang baru saja terjadi.
Kesabaran Sejati Seorang Guru
Hampir tak pernah saya bayangkan, di dunia pendidikan ada guru sesabar Ibu Suparti. Kita bisa membayangkan, seorang guru yang dilanggar murid-muridnya, kemudian jatuh bersama kursinya. Ketika murid-murid berada di luar kelas menonton pesawat terbang, mungkin yang dilakukan oleh Ibu Suparti adalah menyeringai menahan sakit, tertatih bangkit dari jatuhnya, mengembalikan kursi, menata nafas, beristighfar, menarik nafas dalam, membayangkan kami adalah makhluk-makhluk yang belum punya pikiran, kemudian memaafkan.
Kata maaf sama sekali tak terucap, karena memang dari kami tak ada permintaan maaf. Karena waktu itu kami juga merasa tidak berbuat salah (bodohnya kami!). Bagi Ibu Suparti itu bukan masalah. Pikiran beliau sangat jernih, hatinya bening. Justru kami (atau mungkin saya) yang mempunyai keterlambatan untuk sadar meminta maaf. Setelah kejadian itupun kami tak pernah membahasnya (dasar anak-anak).
Sebuah Cermin Hakiki
Dalam ketuaan usia saya sekarang ini (dan kebetulan saya juga guru seperti beliau) saya selalu menceritakan kisah Ibu Suparti di semua kelas yang saya ampu. Selepas SD, kemudian SMP, SMA atau di perguruan tinggi, tak pernah saya temui lagi guru sesabar beliau. Ibu Suparti bagi saya adalah guru nomor satu, guru paling sabar di seluruh dunia. Sebuah cermin hakiki, beginilah seharusnya kesabaran seorang guru.
Jazakumullah Ibu Suparti, telah 35 tahun saya meninggalkan desa Bobotsari. Hanya beberapa kali sempat lewat di desa itu, dan sesekali itu pula saya menegok ke arah bekas SD saya (sekolah SD-ku sudah dipindah sejauh sekitar 3 km ke utara dekat SMP-ku ; curhat). Tak ada lagi jejak. Hanya ada catatan di dalam ingatan, bahwa dulu di  SD tempatku belajar, telah menemukan orang sesabar Ibu. ***
Jawa Barat 2018
Catatan kecil:
Jika ada sahabat-sahabat saya yang ada dalam foto membaca tulisan ini, atau ada yang membaca tulisan ini, kemudian kenal.
Depan dari kiri-kanan: Ibu Fatimah , Didik Sedyadi, Aris Winarto, Liswoyo, Untung Subarto, Didin Fajar, Suyitno.
Tengah kiri-kanan: Suwatno, Kusyono, Kuswato.
Belakang kiri-kanan : Suyatmi, Go Lan Hiok, Rutiyati, Kwok Mio Yen, Wihamdiah, Sri Pamuji Wahyuningsih ,
Sri Endang Suhartati,Yang Yang.



Ibu Suparti yang paling tengah (memakai kebaya)
Foto: Koleksi Wasis Pratjojo (keponakan beliau)


Ini nitip sisan foto-foto guru SD Negeri 3 Bobostasi (1977)



==================================================================================
Plus : Ibu Guru Matematika-ku di SMAN 2 Purwokerto
Ibu SUDJIJATI

Merekalah itu semua, bp/ibu guru SD, SMP & SMA
adalah guru-guru yang menginspirasiku.